Veve Zulfikar - Sang Qoriah Muda


          Nama lengkapnya Veryal Eisha Aqila Zulfikar, gadis kelahiran Jombang, 7 Juli 2003. Sejak usia tiga tahun, ia terbiasa mendengarkan bacaan Al-Quran. Dua surah yang pertama kali dikenalkan Ayahnya adalah Surah Adh-Dhuha dan Al-Kautsar. Saat itu, usianya masih tiga tahun. Bahkan, ia belum bisa membaca Al-Quran. Kebiasaan mendengarkan orang mengaji ternyata membuatnya sangat mudah belajar Al-Quran. Bahkan, ketika pertama kali belajar Iqra, guru mengajinya langsung menyuruh untuk langsung melanjutkan Al-Quran. Dari situ, proses belajar Al-Quran semakin mudah.
       Veve Zulfikar adalah putri sulung pasangan Miqdar Zyalfikar dan Riza Fitriatus Zahro. Veve mengatakan, bakat yang dimiliki saat ini sebagai qariah memang tidak lepas dari peran sang ayah yang juga qari. Sejak kecil, ia selalu ikut Zyalfikar, yang akrab dipanggil Ustad Zulfikar, untuk memenuhi undangan mengaji di berbagai daerah. Kebiasaan tersebut membuat ia semakin jatuh hati pada dunia mengaji.
            Selama ini, ia kerap menyebarkan virus shalawat dan qiraah kepada teman-teman sejawatnya. Saat ini, ia menularkan virus tersebut di SMP Asa Cendekia, Sedati, Sidoarjo, tempat ia bersekolah.
          Setiap hari ia memanfaatkan waktu untuk bershalawat dan mengaji dengan nada-nada yang indah. Ia mempraktikkan cara membaca Al-Quran dengan gayanya sendiri, begitu juga shalawatan. Aktivitas tersebut diabadikan Ustad Zulfikar sang Ayah Veve Zulfikar dengan cara merekamnya. Rekaman-rekaman tersebut mulai dlihat banyak orang dan banyak tawaran untuk mengisi qiraah. Tampil pertama kali membuatnya sangat deg-degan bercampur senang. Sejak itu, ia jadi banjir order.
        Veve juga terus menunjukkan prestasinya di bidang qiraah. Ia pernah menjuarai lomba tingkat kabupaten dan merebut posisi ketiga level Provinsi Jawa Timur.
           Ia menggantikan Ayahnya mengajar ngaji. Padahal, murid-murid Ayahnya rata-rata sudah dewasa.
           Veve adalah Qariah muda yang berprestasi dan ia mempunyai suara merdu untuk melakukan hal bermanfaat seperti bershalawat dan mengaji. Kebiasaan tersebut menjadi kegiatan rutin diluar sekolah, ia akhirnya menjadi qariah muda berbakat yang kerap diundang di berbagai daerah, mulai di wilayah Jawa Timur, Bogor, Jakarta, hingga Banjarmasin. Tampil pertama kali membuatnya sangat deg-degan bercampur senang, sejak saat itu ia menjadi banyak tawaran untuk mengisi qiraah.

Daftar Pusaka  :
Baca Juga